Selasa, 14 Februari 2012

malam sunyi

Bersinar namun gelap.
Bercahaya namun kelam.
Ramai namun sepi.
Aku berdiri di balkon ini menatap langit berkawan bintang.
Indah namun sesak.
Terhampar luas memenuhi pandangan mataku.
Memaksaku untuk membelakkan mata.
Dan berkata dengan lantang.
Inilah kenyataannya.
Senyap ini membakar keingin tahuanku.
Kubuka sekali lagi mataku dengan lebar.
Dan tak salah.
Inilah kenyataannya.
Terima kasih malam, sudah mengingatkanku untuk terbangun dari segala mimpi indahku.
Terima kasih dunia, kalau ini memang kenyataannya.
Aku tidak memungkiri, juga tidak menghindari.
Jadi apa yang harus dipertanyakan?
Lalu apa yang harus kujawab?
Jangkrik itu bernyanyi sambil mengabadikan kesepian malamku.
Menertawakan keliahaian menyendiriku.
Hmm, terima kasih jangkrik sudah meramaikan malam sunyiku.
Tak ada yang harus kutulis.
Yang harus kutulis adalah, lembaran hariku di buku kenyataan ini.

Senin, 06 Februari 2012

bahagiaku

Satu alasan.
Sudah lama sekali aku tidak merasakan kesenangan yang begitu besar seperti saat ini.
Besar sekali sampai aku bingung meluapkannya pada siapa.

Terima kasih Tuhan.
Sudah selesai sekarang.

Bahagia sekali melihat orang yang kukasihi senang seperti ini.
Ku lihat wajahnya, walau hanya dari jauh, walau hanya terlihat sekilas diantara orang banyak itu.

Raut wajahnya, perilakunya, senyumnya Tuhan.

Bahagiaku melihatnya seperti itu.
Memang bukan hanya aku yang membuat dia senang, tapi dengan ikut andilnya aku didalamnya membuatku sangat puas dan bahagia, apalagi setelah kulihat dia seperti ini.

Tangan bergetar, walau senyum dibibir.
Hati berdegup, tanpa seorangpun tahu.

Berkali-kali kata terima kasih untukMu Tuhan.
Kau tahu Tuhan ,apa yang kurasakan saat itu?
Rasanya aku ingin berteriak dan memeluknya, mengucapkan hal yang manis dan terus memeluknya.

Kau ingat Tuhan, malam itu.
Aku bersama temanku yang lain mengerjakan sesuatu untuknya hingga pagi dariMu menjelang.
Tak kurasa lelah sedikitpun, sakitku pun kubuang hanya untuknya Tuhan.
Walau sedikit, walau tak begitu berarti.

Andai dapat kuberikan yang lebih untuknya.
Tapi aku mempunyai keterbatasan yang ku yakin Engkau tahu Tuhan.
Terima kasih Tuhan, Kau berikanku kekuatan hingga saat itu.

Rasaku semakin meluap saat dia mengatakan bahwa hari itu adalah moment yang indah untuknya.
Ku bersyukur karena orang sepertiku dapat memberikan hal terindah untuk orang di sekelilingku.
Lebih bersyukur bahwa orang itu adalah orang yang ku sayangi.
Walau bukan hanya aku yang membuat dia bahagia.

Andai aku dapat membuatnya selalu bahagia Tuhan.
Tapi kutahu aku tidak bisa, karena usahaku dulupun tidak berhasil.

Air mata ini tidak tertahan lagi Tuhan.
Maaf jika aku melanggar janjiku padaMu.
Ya, janji yang kubuat saat aku merasa terjatuh karena hal yang Kau tahu.
“aku tidak akan menangis lagi untuknya Tuhan”
Kurasa pelukanMu sampai saat inipun belum Kau lepas.
Terima kasih Tuhan, tanpa Engkau mungkin sampai saat ini aku masih rapuh.
Mungkin aku tidak mengerti apa yang ingin Kau berikan untukku nantinya.
Tapi, aku mau belajar untuk selalu bersyukur untuk apa yang Engkau beri untuk kehidupanku saat ini, karena aku yakin dan percaya segala rencanaMu indah.

Seperti saat ini.
Indah saat ku melihat dia bahagia.
Mungkin inilah rencanaMu Tuhan.
Walau saat ini aku tidak lagi bersamanya, tapi indah saat melihatnya bahagia.

Bahagiaku jika kamu bahagia sayang.

Selasa, 18 Oktober 2011

Andoy sahabat Tuhan :'(

Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. 
Ia tinggal di suatu desa di Negara Filipina. 
Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. 
Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. 
Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. 
Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut.
Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya. 

Bpk. Pdt : “Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?”
Andoy : “Ya, Bapa Pendeta!” balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : “Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang."
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta.”
Bpk. Pdt : “sekarang apa yang akan kamu lakukan?”
Andoy : Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus… sahabatku.”

Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya

Andoy : “Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan!. Aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir.. mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa.. yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.
Tuhan kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.
Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku.. Itulah mengapa dia memukulku.
Oh ya.. Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?
Ah.. bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang”

Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.
Andoy : “Pak Pendeta..pak Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.

Bagaimana dengan kita sendiri? Apakah kita juga memiliki iman seperti Andoy? Apakah kita juga berdoa untuk teman-teman seperti Andoy? Apakah kita juga tetap mengucap syukur disaat sulit seperti Andoy? Andoy sangat mengasihi Tuhan Yesus, dan menyebutnya Sahabat tepat seperti kata Yesus di dalam kitab Injil Yohanes 15:14 "kamu adalah sahabatku jikalau kamu berbuat apa yang kuperintahkan kepadamu¨.

Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. 
Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.
Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.

Andoy: “Halo Tuhan..Aku …’
4 Wanita : “Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!”
Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.
Andoy: “Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya .”

Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. 
Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.
Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk … (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. 
Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.

Sedih…Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.
Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya

Orang-orang : ” Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?”
Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : “Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku.”

Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. 
Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran…

Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy.
Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; “Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?” 
Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: “Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” 
Pdt. Agaton bertanya lagi: “Apa katanya ?”
“Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu” Jawab ayah Andoy.
Pdt.Agaton : “Apa yang dikatakannya ?”
Ayah Andoy menjawab: ” Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku.” 

Dan sang Ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨
Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, “Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus.”

Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. 
Inginkah kita sekalian juga … berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.
Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur.
Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia.
Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.

Firman Tuhan berkata di dalam Kitab Roma 8 : 28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Mari kita sama-sama belajar dari cerita ini..
bersyukurlah senantiasa!

Kamis, 18 Agustus 2011

cinta

cinta..
hmm berasa udah gede banget gue ngomongin tentang ginian haha
gatau kenapa judul ini sangat menarik pikiran gue dari kemaren-kemaren..
yup.. gue pengen ngomongin tentang cinta..
(sok asik lo gel ,Naomi said)

gue bukan anak gede ,gue masih kecil..
gue belum ngerti arti cinta itu sebenernya..
gue cuma mau ngejabarin apa itu cinta menurut versi gue..
orang awam yang gue sendiri pun bingung pernah ngerasainnya apa belum..

kalau ditanya lebih baik ngomong sayang atau cinta..
gue lebih memilih sayang..
karna apa?
menurut gue cinta itu gombal..
“aku cinta kamu yang”
“aa cinta kamu beb”
atau..
“kakanda cinta kamu adinda”
bagi gue it means nothing..
menurut gue makna sayang itu lebih mendalam..
“aku sayang kamu Fay”
gue bisa melting ngedengernya..
apalagi kasih ,lebih berat lagi..
gue rasa mungkin hanya Tuhan yang bisa ngasih kasih itu sendiri..

gue dapet kasih dari Tuhan..
gue dapet sayang dari keluarga dan teman..
terus cinta?
huh pusing ya..

banyak orang bilang..
hmm ga banyak sih ,tapi ya ada yang bilang..
cinta itu bagaikan kopi..
apa bener?
gue sendiri pun ga nyaman sama kata-kata “cinta itu kopi”
kopi itu berwarna hitam pekat ,apa cinta itu memang pekat?
“kopi itu enak ,apalagi kalau lo minum pas lagi  panas..tapi kalo lo minum cepet-cepet akan cepet abis juga..tapi kalo lo minumnya pelan-pelan ,lalu kopi itu dingin dan jadi ga enak”..
apa iya?
kopi dingin ,kalo kita tambah cream dan es batu bukannya lebih nikmat?
jadi ,bagaimana lo menambahkan suatu perasa nya aja supaya kopi yang menurut lo ga enak itu bisa jadi kopi yang lebih enak dibanding sebelumnya..
apa rasa kopi?
bukan hanya manis bukan?
rasa pahitnya pun terasa..

gue lebih suka mengibaratkan cinta itu kaya air putih..
berwarna murni ,karna cinta itu memang murni..
dirasa oleh orang yang murni dan diberikan kepada orang yang murni juga..
rasanya memang hambar ,tapi kalo lo kembali ngecap rasa air itu ,lo bakal dapet rasa manis walau sedikit..
air putih itu berharga ,sama berharganya kaya cinta..
lo bisa menghilangkan rasa dahaga lo dengan minum air putih..
lo bisa menghilangkan rasa haus lo dengan minum air putih..
kalo lo mau ,lo bisa campurin air putih itu dengan sirup  ,dan air itu akan jadi lebih manis..
kalo lo mau ,lo bisa campurin air putih itu dengan kopi ,dan air itu akan terasa manis tapi pahitnya pun terasa..
tapi lo pun harus hati-hati menjaga kemurnian air putih ,karna sedikit lo memasukan sesuatu ,air itu juga ga bakal bisa kembali murni..
sama kaya cinta ,lo harus benar-benar ngejaga cinta lo..jangan sampe masukin sesuatu yang bisa ngebuat cinta lo jadi ga murni lagi..
gampang?
ngga!
sifat asli manusia ngga bisa lo pungkirin dari hidup lo..
air putih yang begitu nikmat kalau lagi haus bakal lo tinggal setelah rasa haus lo ilang dan berganti nyari air berwarna untuk pengganti air putih murni lo..

kalo lo ibaratin cinta lo itu kaya air putih yang diminum saat haus dan ditinggal saat ada air warna yang lebih menarik dan lebih manis rasanya ,sangat menyedihkan..

jadi ,nikmatilah air putih yang lo punya..
sebelum air putih lo itu hilang dan mungkin udah ga ada lagi di samping lo..

kalo ditanya sikap gue..
gue bakal ngejaga kemurnian air gue itu ,gue bakal meminum air itu sedikit-sedikit biar ga ada rasa dahaga di diri gue..akan gue nikmatin ,dan jangan sampe habis..
misalnyapun air gue udah keruh ,gue bakal ngehargain air gue itu ,gue simpen dan selalu gue beri rasa manis ,biar air keruh gue itu akan terus terasa manis..

gue ga ngerti arti cinta..
dan misalnya gue ngerasain cinta itu ,gue gamau cuma ingin ngerasain manis nya aja ,tapi gue bakal nikmatin pahitnya juga..
gue gamau cuma ngerasain enaknya aja ,tapi gue mau ngerasain ga enaknya juga..

sama seperti kehidupan..
gue gamau cuma ngerasain enaknya pas kita lagi diatas ,tapi gue mau ngerasain dan nikmatin rasa ga enaknya dibawah..

gue mau mengerti cinta..
gue mau nikmatin asam manis cinta..

pelajaran kita hari ini :
1. nikmatin dan janga sia-siakan cinta yang lo dapet sebelum cinta itu hilang dan ngga kembali
2. cinta ngga hanya terasa manis ,tapi rasa pahitnya pun ada
3. air yang bisa lo pertahankan akan lebih terasa nikmat pada akhirnya
4. hati-hati mencampurkan sesuatu ke dalam air murni lo ,karna pada akhirnya lo ga bakal bisa dapet kemurniannya lagi
5. cinta itu susah di dapet ,jadi kalo lo udah ngedapetinnya hargai sesuatu yang berharga itu
6. God is good all the time..always listening ,always understanding :)

thanks too :
1. God
2. Family


nb : rasaku besar dan tulus ,tidak berbau dendam ,tidak menggunakan pewarna kebohongan dan tidak terkontaminasi kemunafikan..